Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi Bisnis. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Mei 2018

Komunikasi Verbal




Komunikasi verbal adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan bahasa, baik berupa bahasa lisan maupun bahasa tulisan. Penting untuk diketahui bahwa dalam kegiatqan bisnis peran komunikasi verbal sangat dominan.

Kegiatan-kegiatan organisasi yang behubungan dengan komunikasi verbal, antara lain sebagai berikut: rapat, penerimaan pegawai (recruitment) dan orientasi pegawai (orientation).

Komunikasi lisan adalah komunikasi  dalam hal ini pesan atau pertukaran informasi dengan kata-kata yang di ucapkan. Hal ini dapat dilakukan dengan tatap muka, baik langsung maupun melalui perangkat mekanik. Pasti keduanya akan berlangsung posisi penting dalam organisasi. dalam wajah organisasi untuk komunikasi  tatap muka dapat dilakukan melalui kenferensi, seminar, diskusi kelompok, dan wawancara pribadi.

Mendengarkan adalah aktivitas penerima dalam komunikasi lisan. Sebagai pembicara memiliki tanggung jawab untuk melakukan upaya untuk dipahami, sehingga pendengar memiliki tanggung jawab untuk menjadi penuh perhatian dan melakukan upaya untuk lebih memahami arti dari pembicara. Dari semua keterampilan komunikasi, mendengarkan adalah yang paling penting dari semua. Posisi anda lebih tinggi dalam suatu organisasi, semakin besar tanggung jawab anda mendengarkan. Menurut Johnson, mendengarkan adalah suatu kegiatan yang dapat di aktifkan dan dinonaktifkan sadar dan tidak sadar. Dimulai dengan menjadi penerima menyadari bahwa mereka harus mendengarkan dan menjadi memperhatikan apa yang dikatakan. Proses mendengarkan terdiri dari 4 tahap, di antaranya:
  • Tahap I, pada tahap ini, pendengar hanya memperhatikan pembicara untuk mendengar pesan. Jika anda mengulangi kata-kata pembicara, anda telah mendengar pesan tersebut:
  • Tahap II, hal ini bergantung pada kosakata pendengar, pengetahuan, pengalaman dan sebagainya, jika pendengar gagal untuk menafsirkan kata-kata dengan benar pesan akan disalahpahami:
  • Tahap III, pada tahap ini pendengar memutuskan apa yang harus dilakukan dengan informasi yang diterima. Ketika anda sedang mendengarkan pembicara pemasaran, anda dapat memilih untuk percaya atau tidak percaya apa yang anda dengar. Penghakiman yang anda buat pada tahap evaluasi sangat penting untuk proses mendengarkan, dan
  • Tahap IV, tanggapan pendengar pesan mungkin dalam kata-kata atau bahasa tubuh. Tanggapan memungkinkan pembicara tahu apakah pendengar telah mendapat pesan dan apa reaksinya.


Dalam kegiatan bisnis saat ini komunikasi tertulis dapat berupa laporan tertulis, surat peberitahuan, surat peringatan, surat keputusan, surat undangan, surat penawaran, surat permintaan barang, memo/nota dinas, dan sebagainya. Menurut Philip V Lewis (1987) ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi tertulis, adalah penampilan, pilihan kata/diksi, perumusan kalimat menggunakan tata bahasa yang baik dan benar, kelengkapan informasi yang disampaikan, kesopansantunan.










Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka



Proses Komunikasi Media Online (Internet)




Internet merupakan jaringan besar yang dibentuk oleh interkontekstual computer dan komputer tunggal diseluruh dunia, lewat saluran telepon, satelit dan system telekomunikasi lainnya (Ustadiyanto dan Silvia, 2004:3). Menurut LaQuey (1997) internet merupakan jaringan longgar dari ribuan computer yang menjangkau jutaan orang diseluruh dunia.

Berdasarkan pengertian tersebut, definisi internet dapat disimpulkan sebagai kumpulan computer yang terhubung melalui suatu jaringan yang tercipta melalui saluran telekomunikasi yang menjangkau jutaan orang diseluruh dunia. Misi awal dari internet adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah computer.

Internet mulai masuk Indonesia sekitar tahun 1990-an oleh staf-staf pusat penelitian yang kemudian mendirikan RADNET, perusahaan internet komersial pertama di Indonesia (Krisna dan David, 2001:229). Pentingnya media baru, khususnya internet, sebagai sarana komunikasi bagi organisasi dalam publiknya sangat terasa manakala melihat jumlah pengguna internet itu hampir mendekati 100% pertahun. Terlebih dengan dicanangkannya Dewan Teknolog Informasi dan Komunikasi Nasional (DTIKN) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 13 November 2006 lalu (Monika Suharko, 2006:9).

Banyak sekali keuntungan yang diperoleh oleh lembaga atau perusahaan dengan menggunakan internet , di antaranya kecepatan transfer data antar bagian, surat-menyurat elektronik dan pencarian data informasi yang diperlukan perusahaan atau lembaga (Sitompul, 2001:23).

Berkembangnya teknologi internet mempunyai keunggulan dalam mengatasi jarak dan waktu, serta menyediakan sumber informasi yang hampir tanpa batas, membuka peluang untuk pemerataan kesempatan belajar serta memperkaya pengalaman kerja. Imternet memungkinkan pula terjadinya kerja sama dan interaksi pribadi antar pelaku pendidikan sehingga memungkinkan adanya pengayaan pengalaman belajar antarbudaya. Internet mampu pula menyediakan sumber belajar yang kaya, baik dalam diri para ahli maupun sumber informasi dari seluruh dunia (Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesa Jawa Barat, 2000:215).

Kemampuan internet menyuguhkan informasi dalam bentuk multimedia memiliki keunggulan dalam menyajikan informasi dalam desain menarik, serta permainan interaktif, merupakan suatu alat ampuh untuk memotivasi dan memberikan tantangan (Burns, 1997).

Penggunaan internet oleh para professional merupakan cikal bakal dari perkembangan teknologi internet. Banyak ahli menyebutkan, pengunaan internet pada masa krisis komunikasi, dapat mengidentifikasi  masalah dalam manajemen untuk kemudian dikomunikasikan kepada public. Kegunaan lainnya adalah untuk pembuatan newsletter (terbitan berkala) elektronik, pengiriman pesan kepada khalayak sasaran, dan aplikasi internet dan web one to one dalam kegiatan marketing dan komunikasi (Holtz, dalam Soemirat dan Ardianto, 2003).

Keuntungan public relations dalam menggunakan internet: informasi cepat sampai pada public, internet dapat berfungsi sebagai iklan, media, alat marketing, sarana penyebaran informasi dan promosi. Siapapun dapat mengakses internet, tidak terbatas oleh ruang dan waktu, internet dapat membuka kesempatan melakukan hubungan komunikasi dalam bidang pemasaran secara langsung.












Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Proses Komunikasi Kelompok




Menurut Kartono, 1998:98 kelompok adalah kumpulan yang terdiri dari dua atau lebih individu dan kehadiran masing-masing individu mempunyai arti serta nilai bagi orang lain dan ada dalam situasi yang saling mempengaruhi.

Komunikasi kelompok (Wiryanto,2004:44) merupakan proses komunikasi  antara tiga orang atau lebih yang berlangsung secara tatap muka. Dalam kelompok tersebut anggota berinteraksi satu sama lain. Tipe komunikasi ini dinilai sebagai pengembangan dan komunikasi antar pribadi.

Kerja sama merupakan unsur yang sangat penting dalam kelompok. Membangun kerja sama dapat dilakukan dengan komunikasi yang efektif sehingga arus informasi menjadi jelas, tidak ada bias dan bersifat transparan. Untuk dapat menjalankan komunikasi kelompok secara efektif, ada baiknya mengkaji klarifikasi kelompok dengan karakteristiknya.

Bila dikaji dari sudut sosiologi maka pada dasarnya kelompok itu memiliki klarifikasi, yang oleh Lindgren (1973) dalam buku (Nazsir dan Sunny,2004:12) klarifikasi kelompok dibagi: kelompok Primer, kelompok sekunder, kelompok formal, kelompok informal, in group, out group, membership group, reference group, exclusive group, dan inclusive group.

 Efektifitas didalam kelompok menurut Ruch dapat dilihat dari: suasana kelompok (atmosphere), rasa aman (treat reductioni), kepemimpinan bergilir (distributive leadership), perumusan (goal formulation), flexibilitas (flexibility), mufakat (consensus), kesadaran kelompok (process awareness), penilaian kesinambungan (continual evaluation).

Bebe dan Masterson (1989:3), mendeskripsikan komunikasi kelompok memiliki unsur-unsur yang paling esensial antara lain:
·         speech communication: process of actingon information, leadership behavior that exerts influence upon the group/process,
·         goals: what the group proposes to accomplish,
·         norms: rules established by the group to monitor behavior,
·         roles: sets of expectation people hold for themselves/other,
·         cohesiveness: degree to which group member are atracted to each other and/or the group as whole – assist in uniting or dividing group, situation: the context within whick the group communicating occurs.
















Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Selasa, 15 Mei 2018

Proses Komunikasi Interpersonal




Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi di antara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.

Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh orang dan penerima pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy, 2003, 30).

Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid, dan sebagainya (Mulyana, 2003,73).

Menurut Effendy, pada hakikatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negative, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasmnya (Sunarto, 2003, 13)

Redding yang mengembangkan klarifikasi komunikasi interpersonal menjadi interaksi intim, percakapan social, interogasi atau pemeriksaan dan wawancara.

Interaksi intim termasuk komunikasi di antara teman baik, anggota family, orang-orang yang sudah mempunyai ikatan emosional yang kuat. Percakapan social adalah interaksi untuk menyenangkan seseorang secara sedehana. Tipe komunikasi tatap muka penting bagi pengembangan hubungan informal dalam organisasi. Misalnya dua orang atau lebih bersama-sama dan berbicara tentang perhatian, minat diluar organisasi seperti isu politik, teknologi dan lain sebagainya. Interogasi atau pemeriksaan adalah interaksi antara seseorang yang ada dalam control, yang meminta atau bahkan menuntut informasi dari yang lain. Misalnya seorang karyawan dituduh mengambil barang-barang organisasi maka atasannya akan menginterogasinya untuk mengetahui kebenarannya. Wawancara adalah salah satu bentuk komunikasi interpersonal dimana dua orang terlibat dalam percakapan yang berupa Tanya jawab. Misalnya atasan yang mewawancarai bawahannya untuk mencari informasi mengenai suatu pekerjaannya.

Komunikasi interpersonal mempunyai beberapa tujuan. Disini akan dpaparkan 6 tujuan, antara lain menemukan diri sendiri, menemukan dunia luar, membentuk dan menjaga hubungan yang penuh arti, berubah sikap dan tingkah laku untuk bermain, dan kesenangan untuk membantu.

Efektivitas komunikasi interpersonal dimulai dengan lima kualitas umum yang dipertimbangkan, yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness), dan kesetaraan (equality) (Devito, 1997, 256-264).







Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Proses Komunikasi Bisnis




Ahli komunikasi  Gerbner, menjelaskan definisi komunikasi massa lebih terperinci. Menurut Gerbner komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas yang dimiliki orang dalam masyarakat industry. Seperti halnya Gerbner yang mengemukakan bahwa komunikasi massa itu akan melibatkan lembaga maka Wright secara khusus mengemukakan bahwa komunikator bergerak dalam organisasi yang kompleks. Menurut Wright, bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dari corak-corak yang lama karena memiliki karakteristik utama sebagai berikut: di arahkan pada khalayak yang relative besar; heterogen dan anonym; pesan disampaikan secara terbuka; sering dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak; bersifat sekilas; komunikator cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks yang melibatkan biaya besar.

Penggunaan komunikasi massa oleh organisasi bisnis memiliki nilai manfaat, dimana komunikasi massa mampu menjangkau public dengan cakupan yang sangat luas, apalagi dengan perkembangan kepadatan penduduk yang cukup pesat komunikasi massa mampu menjadi solusi sebagai metode komunikasi untuk menginformasikan barang dan jasa yang dihasilkan organisasi. Keunggulan komunikasi massa karena didukung dengan kepemilikan media massa disetiap rumah, seperti televisi dan radio.
Karakteristik komunikasi massa menurut Ardianto dan Komala (2009:45) sebagai berikut; komunikator terlembagakan, pesan bersifat umum, komunikannya anonym dan heterogen, media massa menimbulkan keserempakan, komunikasi mengutamakan isi ketimbang hubungan, komunikasi massa bersifat satu arah, stimulasi alat indra terbatas, umpan balik tertunda (delayed) dan tidak langsung (indirect).
Pakar komunikasi Dominick (dalam Ardianto, Komala, 2009:14) mengemukakan fungsi komunikasi massa terdiri dari surveillance (pengawasan), interpretation (penafsiran), linkage (keterkaitan), transmissions of values (penyebaran nilai), dan entertainment (hiburan).  







Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Teknologi dalam Komunikasi Bisnis




Kemajuan telekomunikasi sangat memiliki peran besar dalam membantu proses penyampaian informasi/ pesan kepada si penerima atau khalayak. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang snagat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan , serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam decade terakhir ini.

Dalam komunikasi bisnis, peran dapat disampaikan langsung ataupun melalui media. Pada umumnya memang lebih banyak kita berkomunikasi dengan menggunakan media , baik media massa maupun media umum. Media umum adalah media yang dapat digunakan baik untuk komunikasi persona, kelompok, maupun media massa. Contoh media umum adalah : surat-menyurat, telegram, telex, telepon, fax dan internet. Untuk pembahasan surat-menyurat ada dimodul berikutnya.

Perkembangan bisnis masa ini bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya, sehingga mereka membutuhkan komunikasi yang lebih baik, terutama dalam mempertahankan pelanggan dan pemasok, dan bahkan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Dengan solusi mobilitas diharapkan karyawan akan lebih produktif, dimanapun mereka berada. Itu karena mereka memiliki akses tertentu terhadap berbagai aplikasi perusahaan melalui berbagai perangkat bergerak atau berbagai akses lainnya.








Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Senin, 14 Mei 2018

Media dalam Komunikasi Bisnis




Dalam kaitannya organisasi bisnis media komunikasi adalah suatu media atau alat bantu yang digunakan oleh suatu organisasi untuk mencapai efisiensi dan efektivitas kerja dengan hasil yang maksimal. Secara sederhananya, media komunikasi ialah sebagai salah satu saluran perantara dalam penyampaian informasi dari komunikator kepada khalayak yang bertujuan untuk efisiensi penyebaran informasi. Fungsi media komunikasi, adalah
  1. Efisiensi penyebaran informasi;
  2. Memperkuat eksistensi informasi;
  3. Mendidik/ mengarahkan/ persuasi;
  4. Menghibur/ entertaint/ joyfull.
  5. Kontrol sosial.

Adapun bentuk-bentuk media massa: surat kabar, majalah, radio, televise dan film. Masing-masing media massa tersebut memiliki karakteristiknya berikut keuntungan dan kelemahannya.

Saluran komunikasi bisnis, pada prinsipnya memiliki dimensi yang sama dengan saluran komunikasi pada umumnya. Menurut Rao (Blake dan Haroldsen, 1979:14), paling tidak, saluran memiliki 7 dimensi, dimana dimensi  tersebut memungkinkan kita dapat mengevaluasi efektivitas yang relative dari saluran komunikasi yang berbeda. Dimensi-dimensi tersebut, adalah (a) kredibilitas saluran (channel credibility), (b) umpan balik saluran (channel feedback), (c) keterlibatan saluran atau partisipasi (channel involvement), (d) tersedianya  saluran (channel availability), (e) daya tahan saluran yang memungkinkan pesan dapat bertahan/ terlindungi (channel permanency), (f) kekuatan multiguna saluran (channel multiplicative power), (g) kesalingmelengkapi saluran (channel complementarity).

Media massa berkembang demikian pesatnya, namun untuk memudahkan dalam mengidentifikasi perkembangannya. Pada dasarnya, media massa terbagi menjadi dua kategori, yakni media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak yang dapat memenuhi kriteria sebagai media massa adalah surat kabar dan majalah, sedangkan media massa elektronik yang memenuhi kriteria adalah radio siaran, televisi dan film. Setiap media massa memiliki karakteristik yang khas (Ardianto dan Komala, 2005:97-147)









Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Selasa, 08 Mei 2018

Bentuk Komunikasi Dalam Organisasi Bisnis




Dalam aktivitas komunikasi bisnis, kita tidak hanya sekedar menyampaikan pesan kepada khalayak bisnis internal maupun eksternal. Bisnis dilakukan untuk sejumlah alasan yang berbeda, dan metode yang digunakan akan tergantung pada alasan, keadaan, dan mungkin orang-orang dengan siapa kita berkomunikasi. Ada beberapa alasan mengapa kita perlu untuk berkomunikasi dengan orang lain dalam lingkungan bisnis, yaitu untuk menyampaikan informasi; untuk membujuk orang agar membeli produk atau menggunakan layanan; untuk membahas masalah; untuk merekomendasikan tindakan; untuk membuat atau menjawab permintaan; untuk membuat atau menjawab keluhan; untuk mencatat sesuatu yang telah terjadi atau disepakati; untuk menjelaskan atau memperjelas situasi; untuk memberikan instruksi.

Komunikasi terbagi menjadi komunikasi eksternal dan internal. Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi diluar organisasi seperti komunikasi dengan perusahaan lain, dengan pemerintah, masyarakat umum. Komunikasi internal adalah mereka yang berada didalam organisasi. Komunikasi internal dibagi lagi menjadi dua bagian, formal atau resmi dan informal (Vikram and Priya, 2009:24) formal merupakan suatu proses komunikasi yang bersifat resmi dan biasanya dilakukan didalam lembaga formal melalui garis perintah atau sifatnya instruktif, berdasarkan struktur organisasi oleh pelaku yang berkomunikasi sebagai petugas organisasi dengan status masing-masing yang tujuannya menyampaikan pesan yang terkait dengan kepentingan dinas. Suatu komunikasi juga dapat dikatakan formal ketika komunikasi antara dua orang atau lebih yang ada pada suatu organisasi dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip dan struktur organisasi.

Informal: pengertian komunikasi informal adalah komunikasi antara orang yang ada dalam suatu organisasi, akan tetapi tidak direncanakan atau tidak ditentukan dalam struktur organisasi. Fungsi komunikasi informal adalah untuk memelihara hubungan social persahabatan kelompok informal, penyebaran informasi yang bersifat pribadi dan privat seperti isu, gossip, atau rumor. Tentang komunikasi informal sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan informasi yang masih belum jelas dan tidak akurat, carilah sumber informasi yang dapat dipercaya, selalu gunakan akal sehat dan bertindak berdasarkan pikiran yang positif. Informasi dalam komunikasi informal biasanya timbul melalui rantai kerumunan dimana seseorag menerima informasi dan diteruskan kepada seseorang atau lebih dan seterusnya sehingga informasi tersebut tersebar ke berbagai kalangan. Implikasinya adlah kebenaran informasi tersebut menjadi tidak jelas atau kabur. Meski demikian komunikasi informal akan untuk memenuhi kebutuhan social, mempengaruhi orang lain dan mengatasi kelambatan komunikasi formal yang biasanya cenderung kaku dan harus melalui berbagai jalur terlebih dahulu.  







Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka

Senin, 07 Mei 2018

Ruang Lingkup Komunikasi Bisnis




Dalam kehidupan sehari-hari anda sangat familier dengan dunia bisnis dan selalu melihat berbagai aktivitas komunikasi bisnis. Pemaham umum, tentunya komunikasi bisnis sangat mudah di artikan sebagai kegiatan komunikasi dalam bisnis. Seiring dengan dinamika bisnis di era global, kajian komunikasi bisnis menjadi satu kajian ilmu tersendiri. Dengan demikian, berbagai referensi menampilkan berbagai kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Komunikasi bisnis bukan hanya perlu pemahaman teori, juga keterampilan teknis yang sedemikian menarik dan menantang. Alih-alih di era teknologi informasi dan komuikasi.
Lingkup komukasi bisnis adalah mencakup semua aspek bagaimana sharing the idea in business atau expression, channeling, receiving and interchanging of ideas in commerce and industry. Artinya mencakup suatu lingkup yang sangat luas yang bekaitan dengan pengutaraan, penyaluran, penerimaan dan pertukaran gagasan-gagasan. Berikut ini, lima lingkup pokok komunikasi bisnis.
  1. Bentuk komunikasi: oral communication; written communication; gestural communication; signal communication.
  2. Keterampilan komunikasi: merasa; mendengar; membaca; mengobservasi; menghayati; berfikir; memahami.
  3. Factor psikologis: personality; appearance; reputasi; dressing (cara berpakaian); kematangan (maturity).
  4. Proses komunikasi: sumber komunikasi; komunikator; pesan; channel; komunikan; effect.
  5. Ilmu-ilmu penunjang: bahasa; psikologi; sosiologi; teknologi (Priyatna dan Ardianto 2009).

Rosenblatt, et.al. (1997 dalam Iriantara, 2008) menguraikan variabel-variabel komunikasi bisnis dengan menambahi variabel konteks, sebagai berikut: variabel sumber (who); variabel pesan (say what); variabel penerima (to whom); variabel konteks (in what context); variabel saluran (throught  which channel); variabel efek (with what effect).











Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka

Konteks Komunikasi Bisnis




Komunikasi antarpersona (interpersonal communication) merupakan komunikasi antar seorang individu dengan individu lain, dimana masing-masing dapat bertindak sebagai sumber maupun penerima pesan. Jadi, dalam komunikasi antarpribadi ini masing-masing orang yang terlibat dapat berperan  aktif dalam proses komunikasi. Saat seorang karyawan diminta menghadap atasannya, untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, merupakan contoh komunikasi antarpersona (Haryani, 2001: 17).
Tujuan pembentukan kelompok dalam kerangka komunikasi organisasi/ lembaga bisnis. Tujuan pembentukan kelompok itu:
  1. Memberikan kesempatan perolehan masukan dari banyak orang dengan sudut pandang yang berbeda;
  2. Memberi kesempatan agar setiap orang bias berpartisipasi, mengingat ada orang yang bisa dibebani tanggung jawab merasa tidak mampu, namun bila dibebankan pada kelompok orang tersebut merasa mampu;
  3.  Memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan sebelum menjadi tindakan; dan
  4.  Memunculkan komitmen yang lebih besar.

Dalam kegiatan bisnis, tujuan pembentukan kelompok tersebut sangatlah penting mengingat persaingan yang semakin tajam di antara pelaku bisnis sekarang ini (Iriantara, dkk, 2008).

        Karakteristik komunikasi massa, adalah
  1. Komunikasi massa bersifat umum, yakni pesan yang disampaikan terbuka untuk semua orang;
  2. Komunikasi bersifat heterogen yang meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang berbeda, dengan kebudayaan yang beragam, berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mempunyai pekerjaan yang berjenis-jenis;
  3. Media massa menimbulkan keserempakan, yakni keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lain berada dalam keadaan terpisah;
  4. Hubungan komunikator dan komunikan bersifat nonpribadi (anonym), dan komunikasi satu arah.

Perusahaan atau industri merupakan organisasi bisnis. Organisasi terdiri dari sejumlah individu manusia. Menurut Rogers dan Rogers (dalam Tubbs dan Moss, 1998), organisasi adalah “suatu kumpulan (atau system) individu yang bersama-sama, melalui satu hierarki pangkat dan pembagian kerja, berusaha mencapai tujuan tertentu.” Mereka berperilaku sesuai dengan peran yang harus dimainkan. Pengertian dasar dari komunikasi organisasi adalah bahwa para individu itu, ketika berkomunikasi satu sama lain, masing-masing mewakili posisi yang disandangnya dalam organisasi. Setiap anggota organisasi bukanlah individu yang  “independen”, tapi sudah dikerangka oleh semacam “scenario” tugas dari suatu jabatan atau status tertentu yang terpola.

Komunikasi antar budaya terjadi bila komunikasi bisnis terjadi antara orang-orang yang berbeda bangsa, ras, agama, bahasa, tingkat pendidikan, status social atau bahkan jenis kelamin, komunikasi demikian disebut komunikasi antar budaya.

Perbedaan budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal bagi suatu organisasi bisnis. Hall dan Whyte  (Mulyana, 2009) mengungkapkan suatu peluang bisnis yang nampaknya menguntungkan bagi seorang pria Amerika gagal hanya karena pria itu meletakkan tangannya tanpa sengaja di atas bahu pria  Jawa yang menjadi mitra bisnisnya dihadapan hadirin disebuah pesta cocktail, perilaku tersebut di anggap penghinaan menurut etika Jawa. Perbedaan ekspektasi dalam komunikasi sekurang-kurangnya menyebabkan komunikasi tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman dan kesalahpahaman.










Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka


Kamis, 26 April 2018

Komunikasi Efektif




Komunikasi efektif merupakan factor utama dalam mengelola kegiatan bisnis yang professional. Wilbur Schramm (1986) mengungkapkan agar komunikasi efektif bisa dipahami jika pesan yang disampaikan dapat mengakibatkan tanggapan yang kita kehendaki, syaratnya:
  1. Pesan harus dirancang dan disampaikan sehingga menarik;
  2. Pesan harus menggunakan lambang-lambang tertuju kepada pengalaman antara komunikator dan komunikan sehingga dimengerti;
  3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikan;
  4. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan komunikan.
Disamping memperhatikan factor pesan, para ahli komunikasi sepakat bahwa factor komunikator dan komunikan harus menjadi perhatian utama, jika ingin komunikasi yang kita lakukan efektif. Komunikator harus memiliki keahlian atau kemampuan dan kepercayaan, serta daya tarik dimata para pemangku kepentingan (stakeholders).

Komunikator seyogianya memahami tujuan, kepentingan, kebutuhan, pengalaman, dan hambatan yang akan dihadapi dalam berkomunikasi sesuai konteks dan situasi. Komunikator memahami benar kondisi komunikan, waktu yang tepat, bahasa yang digunakan, sikap dan nilai-nilai yang berkembang dalam lingkungan bisnis dimana komunikasi berlangsung.






Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka

Jumat, 20 April 2018

Konsep - Konsep Dasar Komunikasi Bisnis




Kehadiran bidang Komunikasi Bisnis semakin dibutuhkan suatu organisasi bisnis atau perusahaan yang menyangkut beberapa hal:
  1. Dinamika organisasi/ perusahaan semakin besar dan berkembang;
  2. Adanya persaingan antara organisasi/ perusahaan semakin ketat;
  3. Tuntutan, keinginan dan harapan public (masyarakat) terhadap pemenuhan kebutuhan informasi semakin tinggi;
  4. Public/ masyarakat semakin kritis;
  5. Perkembangan teknologi komunikasi yang luar bisaa;
  6. Besarnya pengaruh opini public, citra, sikap terhadap suatu organisasi semakin besar;
  7. Ditunjang lagi media massa berpengaruh terhadap pembentukan opini/ citra masyarakat terhadap suatu oranisasi atau perusahaan;
  8. Suatu organisasi/ perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa dukungan dan citra public yang bekaitan dengan aktivitas dan perkembangan organisasi/ perusahaan tersebut (Priyatna dan Ardianto, 2009).


Dalam pandangan Quible, Johnson dan Mott (1996) menyebutkan pentingnya komunikasi yang efektif didalam organisasi akan bermanfaat dalam:
  1. Memberikan citra positif pada pihak luar;
  2. Memperbaiki morale pegawai;
  3. Meningkatka produktivitas pegawai.

Kemudian fungsi komunikasi dalam dunia bisnis untuk:
  1. Menginformasikan;
  2. Mengontrol;
  3. Membujuk;
  4. Mengoordinasikan.

Menurut Rosenblatt, dkk., (1996), komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi dan sebagainya yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal-sinyal untuk mencapai tujuan organisasi. Pengertian di atas, bila kita perhatikan, memiliki 6 unsur pokok dalam kegiatan komunikasi bisnis:
  1. Bertujuan, berari komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan pencapaian tujuan organisasi/ lembaga, bisa saja tujuan komunikasi tersebut bersifat formal atau informal, tapi tidak bersifat social kecuali yang sejalan dengan tujuan utama organisasi/ lembaga;
  2. Pertukaran, kegiatan ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator atau kamunikan;
  3. Gagasan, opini, informal instruksi, merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam bergantung tujuan, situasi dan kondisinya;
  4. Saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka atau melalui saluran media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan;
  5. Simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti untuk menyampaikan atau mempertukarkan pesan, simbol bisa bersifat positif atau abstrak, sinyal bisa berbentuk verbal atau nonverbal, tapi yang terpenting adalah bagaimana pesan yang disampaikan bisa dimengerti dengan baik;
  6. Pencapaian tujuan organisasi, salah satu karakteristik yang membedakan organisasi/ lembaga formal dan informal adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen. Ada dua macam tujuan, yaitu tujuan produktivitas dan tujuan memelihara. Keberhasilan lembaga bisnis menentukan tingkat operasional dan tujuan pemeliharaan adalah menentukan keseimbangan tingkat produktivitas.

Menurut Murphy dan Hildebrandt (1991), ada 7 prinsip yang harus dipegang saat melakukan kegiatan komunikasi bisnis. Ketujuh prinsip tersebut dikenal dengan nama 7C. Berikut ini uraiannya.
  1. Completeness, memberikan informasi selengkap mngkin kepada pihak yang membutuhkan. Informasi yang lengkap akan memberikan ketenangan, kepercayaan dan kepastian.
  2. Conciseness, komunikasi disampaikan melalui kata-kata yang jelas, singkat dan padat.
  3. Concretness, pesan yang dikomunikasikan disusun secara spesifik, tidak bersifat abstrak.
  4. Consideration, pesan yang disampaikan mesti mempertimbangkan situasi penerima/ komunikan.
  5. Clarity, pesan yang dikomunikasikan disusun dalam kalimat yang mudah dipahami komunikan.
  6. Courtesy, sopan santun dan tata karma merupakan hal yang penting dalam berkomunikasi yang merupakan bentuk penghargaan kepada komunikan.
  7. Correctness, pesan yang dikomunikasikan dibuat secara cermat. Untuk pesan tertulis misalnya dibuat dengan memperhatikan ata bahasa dan untuk pesan lisan disampaikan dengan mengingat kemampuan berbahasa komunikasi.



Sumber : Buku Materi Pokok SKOM4432/3sks/MODUL 1-9 KOMUNIKASI BISNIS Surwandi Sumartias Universitas Terbuka